USULAN PEMBANGUNAN STASIUN KARGO DISETUJUI PUSAT

Posted on 14 Oktober 2011

0


Dalam beberapa waktu ke depan, Kota Pekalongan akan mempunyai sebuah stasiun kargo. Pasalnya, usulan pembangunan stasiun kargo di Kota Pekalongan yang disampaikan kepada PT Kereta Api Indonesia, belum lama ini telah mendapat persetujuan dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian pada Kementerian Perhubungan.

Kepala Dinas Perhubungan, Pariwisata dan Kebudayaan (Dishubparbud) Kota Pekalongan, Doyo Budi Wibowo, Rabu (12/10) mengatakan, persetujuan pembangunan stasiun kargo tersebut tak hanya mendapat lampu hijau dari pusat, tetapi juga pemerintah provinsi. “Bahkan Pemprov berterimakasih karena selama ini tidak ada pemda tingkat II yang memikirkan pembuatan stasiun kargo. Jadi hal ini baru dilakukan Pemkot Pekalongan,” ungkapnya.

Doyo menjelaskan, persetujuan itu diberikan dengan catatan di daerah “Interline” atau kawasan sekitar Kota Pekalongan seperti Kabupaten Batang dan Kabupaten Pekalongan tidak membuat stasiun kargo. “Daerah sekitar juga sudah sepakat,” jelas Doyo.

Diterangkan, jika stasiun kargo di Kota Pekalongan ini bisa terwujud, maka dengan sendirinya akan bisa turut mengembangkan angkutan barang melalui moda kereta api (KA). Dengan begitu, akan mampu mengurangi jumlah angkutan barang melalui jalan raya. “Selama ini penguiriman kargo menggunakan KA terbilang jauh lebih kecil dibanding menggunakan mobil angkutan barang yang jumlahnya sangat besar. Diharapkan, adanya stasiun kargo nantinya bisa lebih mengembangkan transportasi barang melalui KA,” kata doyo.

TERMINAL KARGO

Lebih jauh Doyo mengungkapkan, selain pembangunan stasiun kargo, Pemkot Pekalongan juga berencana nantinya akan dibangun terminal kargo di wilayahnya. Rencana pembangunan terminal kargo ini timbul sebagai salah satu solusi mengatasi kepadatan armada angkutan barang berukuran besar yang melewati jalan-jalan protokol di Kota Pekalongan.

Selain itu, di kota ini juga sudah banyak terdapat perusahaan-perusahaan jasa angkutan barang. “Di sisi lain, Kota Pekalongan tidak memiliki jalan lingkar sehingga semua mobil angkutan masuk kota,” ungkap dia.

Sedangkan Kota Pekalongan sendiri selama ini juga merupakan kota yang didukung daerah tetangga, atau “Interline’ wilayah yang berdekatan seperti Batang dan Kabupaten Pekalongan. Hal ini menyebabkan bertambah banyaknya mobil angkutan barang berukuran besar yang melalui jalanan dalam kota.

Dipaparkan, terminal kargo ini berfungsi untuk mengurangi jumlah mobil angkutan besar membongkar muatannya di dalam kota, sehingga bisa mengganggu kelancaran lalu lintas dalam kota.

“Jika sudah ada terminal kargo, nanti mobil-mobil angkutan besar tersbut harus masuk, dan membongkar muatannya di sana. Kemudian, muatan tersebut akan diantarkan ke tempat tujuannya menggunakan mobil dengan ukuran lebih kecil,” tandasnya.
Ia berharap, studi kelayakan pembangunan terminal kargo ini mulai dianggarkan pada tahun 2012 mendatang. Studi kelayakan ini diperlukan untuk menghitung berbagai aspek, termasuk pula sebagai salah satu syarat pengajuan bantuan ke pemerintah pusat.

Doyo menambahkan, rencana pembangunan stasiun dan terminal kargo yang ingin diwujudkan di Kota Pekalongan ini, sudah masuk dalam Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Kota Pekalongan. [Sumber]

Posted in: Nasional