PETANI JEMBER BUTUH BANDARA KARGO

Posted on 22 Oktober 2011

0


Sektor pertanian dan perkebunan menjadi tumpuan perekonomian Kabupaten Jember. Diperlukan infrastruktur memadai untuk mendukungnya.

Sektor pertanian menyumbangkan 44,8 persen Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB). Sektor ini juga melibatkan lebih dari 50 persen penduduk Jember. “Seharusnya sektor pertanian mendapat perhatian khusus. Setiap kebijakan dan implementasi yang berkaitan dengannya memberikan dampak signifikan terhadap kehidupan masyarakat Jember,” kata Ambar Listiyani, juru bicara Fraksi Demokrat DPRD Jember, Jumat (21/10/2011).

Demokrat berpendapat, daya dukung anggaran untuk sektor pertanian masih jauh dari proporsional. Perlu ada tambahan anggaran yang proporsional dalam Perubahan APBD 2011, agar produktivitas petani dan ketahanan pangan dapat dipertahankan.

“Di sisi lain, pemerintah daerah diharapkan dapat merumuskan kebijakan buffer stock gabah dan beras, untuk menyerap hasil panen sekaligus untuk mendistribusikan beras murah bagi kalangan masyarakat yang membutuhkan,” kata Ambar.

Fraksi Annur menilai, bandara perlu dimanfaatkan untuk kepentingan sektor pertanian. “Dalam upaya meningkatkan hasil pertanian dan optimalisasi lapangan terbang, dimungkinkan ada bandara kargo. Ini sebagai sarana mengangkut hasil pertanian dan perkebunan,” kata Abdul Ghafur, juru bicara Fraksi Annur.

Usulan Annur ini merupakan hal baru. Selama ini, Bandara Notohadinegoro tak jelas pemanfaatannya. Pembangunan baru separuh jalan dan menghabiskan biaya puluhan miliar rupiah. Namun rencana bagaimana memanfaatkan bandara itu untuk kepentingan komersial yang menguntungkan daerah masih tak jelas. Bahkan, terakhir, landasan pacu pesawat digunakan untuk menjemur gabah oleh warga. [Sumber]

Ditandai: , ,
Posted in: Nasional