PERHITUNGAN BEA MASUK

Posted on 31 Oktober 2011

0


Salah satu fungsi utama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai adalah Revenue Collector, yaitu melakukan pungutan penerimaan impor atau Bea Masuk demi kepentingan penerimaan negara.

Cara menghitung Bea Masuk  terlebih dahulu ditetapkan CIF kemudian dikalikan dengan % tarif Bea Masuk atas barang impor dan terhadap Barang Kena Cukai yang diimpor juga dihitung terlebih dahulu Cukainya apakah dalam bentuk tarif spesifik atau advalorum, untuk jelasnya diberikan contoh penghitungan sebagai berikut:

Misalnya:

Importir Panca Niaga/PPI mengimpor barang berupa MMEA merk BRENDY, dengan kadar etil alkohol lebih dari 26% , sebanyak 100.000,- botol @ 660ml. Harga CIF seluruhnya USD.100.000,-. Kurs yang berlaku pada saat impor adalah Rp.9.450,- tiap USD, tarif Cukai Rp. 50.000,-/liter, Bea Masuk 170%, PPn 10%, PPnBM 75% dan PPh Pasal 22. 2,5%.

Maka Penghitungannya sbb:
BM= 170% X 100.000,-X Rp.9.450,- = Rp.1.606.500.000,-
Cukai = 100.000 X 0,66 ltr X Rp. 50.000,- = Rp.3.300.000.000
CIF= USD 100.000,- X Rp.9.450,- = Rp. 945.000.000,-
—————————
Nilai Pabean = Rp.5.851.500.000,-
PPN = 10% X Rp.5.851.500.000,- = Rp. 585.150.000,-
PPn BM = 75% X Rp.5.851.500.000,- =Rp. 4.388.625.000,-
PPh Psl 22.= 2,5% X Rp.5.851.500.000,-=Rp. 146.287.500,-

********
Anda mau hemat biaya pengiriman barang hari ini juga ? Kontak 021-2626 4750 Hp. 0856-755 0123 Email: pttci@yahoo.co.id
********

Posted in: Transwaycargo